Tumpeng jadi santapan harus dikala kegiatan syukuran di Indonesia, paling utama warga Jawa. Tetapi mengerti kah kamu? Tumpeng mempunyai berbagai tipe. Tiap jenisnya itu pula mempunyai arti yang berbeda.

Profesor Dokter. Ir Murdijati Gardjito, Guru Besar Ilmu serta Teknologi Pangan Universitas Gadjah Mada( UGM) menarangkan, tumpeng ialah simbol ikatan antara Tuhan dengan manusia yang berupa kerucut, menjulang besar semacam gunung.

Paling tidak terdapat 18 tipe tumpeng. Dari sekian jumlah tersebut, 4 di antara lain disuguhkan dalam Tumbuk Ageng peringatan umur 80 tahun Murdijati Gardjito, dalam penghitungan kalender Jawa di Erista Garden, Jalur Kaliurang Kilometer 17, 5, Sleman, Yogyakarta, Minggu( 3/ 11).

Keempat tumpeng tersebut merupakan tumpeng megana, tumpeng punar, tumpeng kendhit, serta tumpeng kampuranto. Keempatnya dikala ini tengah mewakili perasaan Murdijati Snack Box Jakarta  .

Awal merupakan tumpeng megana yang ialah santapan simpel penuh gizi. Tumpeng dengan nasi putih tersebut dilengkapi aneka lauk, tercantum pula 4 tebu ungu yang ialah simbol usia panjang, serta penuh rahmat kebahagiaan dari Tuhan.

“ Tumpeng megana itu ngelingi mergone ono, maksudnya mengingat kepada asal mula Si Pencipta diri kita. Setelah itu terdapat tebu 4 buah tadi itu menunjukkan, aku wajib ingat, aku wajib merasakan kalau umur aku ini memanglah umur yang selayaknya telah ditopang dengan bermacam perihal. Ditopang kebahagiaan, ditopang ingat kepada Tuhan. Ditopang kepada kesyukuran serta ditopang kepada dapat berguna kepada yang lain,” kata Murdijati.

Setelah itu tumpeng yang kedua merupakan tumpeng punar. Tumpeng tersebut kuning riang ini ialah bentuk rasa syukur, serta senang atas rahmat Allah lewat saudara dan keluarga. Aneka lauk semacam kacang serta kering tempe, jadi racikan yang cocok menciptakan harmoni cita rasa.

“ Tumpeng punar itu bercorak kuning. Kuning itu simbol senang. Tidak hanya rupanya, lauk pauk cita rasanya beragam, itu ialah harmoni cita rasa yang ialah simbol dari tiap- tiap perasaan yang dirasakan semasa hidup manusia. Itu tentu beragam, tetapi jika dapat memadukan itu seluruhnya harmoni di dalam hidup,” ucap ia.

Baca Juga : Panduan serta Trik Tersembunyi di WhatsApp

Ketiga merupakan Tumpeng Kendhit. Tumpeng tersebut bercorak putih dengan di tengahnya melingkar nasi kuning. Dia menggambarkan dinamika hidup manusia, di mana kesedihan, kebahagiaan, kegagalan, keberhasilan, keberuntungan, serta kesialan silih berubah tiba yang tentu bisa dilewati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *