Akibat pandemi virus Corona( COVID- 19) mulai memasuki para peternak bebek pedaging di Kabupaten Purwakarta. Telah lebih dari sebulan, kegiatan para peternak di Purwakarta terhenti lantaran permintaan yang turun ekstrem.

Dampaknya, unggas yang telah siap jual juga terpaksa ditahan di dalam kandang. Buntutnya, para peternak wajib menghasilkan ongkos ekstra buat perawatan ribuan bebek mereka.

” Kami tidak dapat memasarkan ternak sebab bandarnya telah lebih dahulu menyetop pengambilan, tercantum suplai DOD( day old duck) yang telah lebih dahulu terhenti,” kata Toyib, salah satu peternak di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta kepada SINDOnews, Minggu( 26/ 4/ 2020) Ahli Hewan .

Toyib bersama 5 peternak lain totalnya memelihara 4. 500 ekor bebek buat sekali pembibitan. Dalam sebulan umumnya mereka dapat 2 kali melaksanakan pembibitan. Tetapi sepinya permintaan membuat kondisi berganti 180 derajat Bebek Peking .

” Bebek yang tertahan itu pasti saja menaikkan beban bayaran sebab kami wajib menghasilkan bayaran bonus buat pakan,” tutur Toyib.

Bagi ia, dikala ini harga pakan telah naik dari yang tadinya Rp6. 500 jadi Rp7. 000 per kg. Inilah yang membuat para peternak merugi. Sedangkan bebek ternak tidak terjual, bayaran pakan wajib terus digelontorkan.” Kerugian kami sampai dikala ini telah menggapai Rp15 juta,” ucapnya.

Buat memencet kerugian, para peternak menjual bebek di kandang secara eceran walaupun tingkatan lakunya rendah. Dalam satu hari, Toyib sangat banyak cuma dapat menjual dekat 10 ekor.

Baca Juga : Cerita Orang Awal yang Membawa Mobil Listrik ke Indonesia

Dikala ini Toyib cuma dapat berharap suasana lekas kembali wajar. Walaupun, ia siuman kalaupun pandemi berakhir, kehidupan ekonomi belum pasti dapat pulih dengan kilat, tercantum pulihnya kandang para peternak bebek di Purwakarta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *