Hidrologi menekuni siklus ekspedisi air, mulai dari penguapan di permukaan bumi hingga kembali lagi jadi air yang menguap. Hidrologi merupakan ilmu yang mangulas kedatangan serta pergerakan air di bumi. Di dalamnya mencakup pergerakan, distribusi, serta mutu air. Ilmu ini jadi cabang dari ilmu geografi serta sudah dipelajari sejak tahun 1608 masehi. Secara definisi, siklus hidrologi merupakan ilmu yang mengkaji siklus air di seluruh tahapannya yang meliputi proses evaporasi, kondensasi uap air, presipitasi, serta penyebaran air di permukaan bumi, penyerapan air di dalam tanah, sampai terjalin kembali proses daur ulangnya. Bagi harian online Trisakti. ac. id, dalam siklus hidrologi terjalin penggantian total( replacement) air dalam kurun waktu tertentu.

Misalnya pada air tawar, senantiasa hadapi siklus ini. Waktu yang dibutuhkan buat penggantian total air ialah: air sungai dekat 18- 20 tahun, penggantian uap air di suasana dekat 12 hari, serta penggantian air tanah hingga ratusan tahun. Hidrologi hendak hadapi serangkaian proses. Proses ini hendak berbeda tergatung dari tipe siklusnya. Paling tidak terdapat 6 proses dalam hidrologi. Evaporasi. Proses ini merupakan sesi penguapan air permukaan yang terjalin dari air di sungai, danau, laut, ataupun di mana juga di bumi.

Penguapan terjalin lantaran menguap oleh teriknya paparan cahaya matahari. Transpirasi. Pada transpirasi, terjalin penguapan air dari badan makhluk hidup paling utama tanaman serta hewan. Metode kerjanya sama dengan evaporasi secara universal, cuma yang membedakan ialah sumber penguapannya. Evapotranspirasi. Ini merupakan gabungan evaporasi serta transpirasi. Pada sesi ini jadi sangat mempengaruhi pada siklus hidrologi terpaut jumlah air yang nantinya terangkut. Sublimasi. Dalam sublimasi terjalin pergantian molekul cair ke gas yang mengarah suasana. Peristiwa ini paling utama pada penguapan es di kutub ataupun gunung yang tidak lewat proses pencairan. Kondensasi. Dalam kondensasi, uap air yang mengarah ke atas jadi wujud partikel es. Partikel es kemudian membentuk awan serta jadi bercorak gelap bila jumlahnya terus menjadi banyak. Presipitas Konsultan Hidrologi .

Di sesi presipitasi, partikel es di awan mencair sebab temperatur bertambah. Kemudian, terjadilah hujan dengan tumbangnya butiran air mengarah permukaan bumi. Pada hujan salju ataupun hujan es, presipitasi terjalin di temperatur kurang dari 0 derajat Celcius. Sedangkan itu, melansir dari halaman Pemprov Banten, terpaut durasinya, siklus hidrologi bisa dipecah jadi siklus pendek, siklus lagi, serta siklus panjang. 1. Siklus pendek.

Pada siklus pendek, air laut berganti jadi uap sebab panas matahari. Setelah itu, terjalin kondensasi membentuk awan serta turun selaku hujan di permukaan laut. 2. Siklus lagi. Siklus ini sangat kerap terjalin di wilayah beriklim tropis. Air laut hendak menguap jadi gas mengarah suasana. Berikutnya, uap hadapi kondensasi serta mengumpul selaku awan. Dari awan gelap, partikel es mencair serta jatuh jadi hujan di permukaan bumi.

Baca Juga : Cerita Orang Awal yang Membawa Mobil Listrik ke Indonesia

Airnya kemudian mengarah sungai ke laut, serta proses siklus air diawali kembali. 3. Siklus panjang. Dalam siklus panjang, terjalin penguapan pada air laut jadi gas akibat panas matahari. Uap air ini kemudian melewati proses kondensasi, membentuk awan dengan kristal es, setelah itu jatuh ke bumi dalam wujud salju. Salju hendak membentuk gletser yang mencair serta mengarah ke aliran sungai. Dari sungai, mengarah laut serta proses siklus diawali lagi dari dini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *